Tampilkan postingan dengan label jadi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jadi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Desember 2013

Kaizen Penyebab Jepang Jadi Negara Maju

Kemajuan negara Jepang yang begitu pesat menjadi inspirasi bangsa-bangsa lain. Mereka sempat hancur lebur setelah kalah perang oleh bom atom, sering diguncang bencana gempa dan tsunami, namun tetap kokoh. Apa filosofi dan motivasi mereka ?

Kaizen, itulah salah satu prinsip yang dipraktekkan bangsa Jepang dan terbukti membawa dampak yang sangat positif bagi kemajuan bangsa Matahari Terbit ini. Setelah Perang Dunia II, kaizen difokuskan untuk peningkatan mutu produktifitas dan manajemen perusahaan-perusahaan Jepang. Ini dapat kita lihat dari mutu produk-produk yang dihasilkan Jepang dan sistem manajemen perusahaan Jepang yang terkenal sangat efisien dan efektif. Kini sudah banyak buah manis yang dipetik bangsa Jepang berkat mempraktekan kaizen.


 



Istilah "Kaizen" dalam bahasa Jepang bermakna "perbaikan berkesinambungan" (suatu proses penyempurnaan terus menerus yang tiada henti.) Filsafat kaizen berpandangan bahwa hidup kita hendaknya fokus pada upaya perbaikan terus-menerus. Pada penerapannya dalam perusahaan, kaizen mencakup pengertian perbaikan berkesinambungan yang melibatkan seluruh pekerjanya, dari manajemen tingkat atas sampai manajemen tingkat bawah.


Yang membedakan filosofi kaizen ini dengan improvement biasa adalah dalam PROSESnya.
Di dalam KAIZEN sendiri proses itu selalu terus menerus terjadi, setiap tahun, setiap bulan, setiap minggunya, bahkan setiap harinya. Dan proses itu tidak ada ujungnya karena perubahan adalah sesuatu yang permanen.

 


Rencanakan-Lakukan-Periksa-TindakLanjuti (Plan-Do-Check-Act)
Salah satu langkah awal penerapan kaizen adalah menjalankan siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA) untuk menjamin terlaksananya kesinambungan kaizen. Siklus ini terdiri atas :

1. Rencana (plan)
Penetapan target untuk perbaikan dan perumusan rencana tindakan guna mencapai target tersebut.

2.Lakukan (do)
Pelaksanaan dari rencana yang telah dibuat.

3. Periksa (check)
Kegiatan pemeriksaan segala prosedur yang telah dijalankan guna memastikannya agar tetap berjalan sesuai rencana sekaligus memantau kemajuan yang telah ditempuh.

4. Tindak (act)
Menindaklanjuti ketiga langkah yang ditempuh sekaligus memutuskankan prosedur baru guna menghindari terjadinya kembali masalah yang sama atau menetapkan sasaran baru bagi perbaikan berikutnya.

 



Siklus ini berputar secara terus menerus dengan diselingi oleh siklus Standardize-Do-Check-Act (SDCA) di antaranya. Dalam langkah Standar (Standarize) pada siklus ini, segala prosedur baru yang telah diputuskan pada langkah Tindak dalam siklus PDCA sebelumnya disahkan menjadi pedoman yang wajib dipenuhi. SDCA fokus pada kegiatan pemeliharaan, sedangkan PDCA lebih mengacu pada perbaikan.


Jadi sebenarnya untuk meraih mutu kehidupan yang kita inginkan, harus terus-menerus memperbaiki diri sendiri. Jangan pernah berhenti pada satu titik saat seluruh dunia berubah. Jika kita berhenti memperbaiki diri pada satu tahapan, kita akan tertinggal oleh kemajuan. Ingat, roda jaman selalu berubah. Maka, terbukalah untuk sebuah perubahan ke arah lebih baik.







 










Sumber:
ceritadanwarta.

Selasa, 22 Oktober 2013

Bunga Melati Jadi Logo Honda Brio Satya

Logo dan emblem Honda Brio Satya
image by Otomotifnet.com

        Salah satu syarat agar mobil yang diproduksi bisa dikatakan sebagai mobil murah alias mobil LCGC adalah penggunaan nama yang berbau Indonesia termasuk logonya. Nah, untuk memenuhi syarat itu pihak Honda Prospect Motor (HPM) menggunakan nama Honda Brio Satya untuk versi murah Honda Brio ini. Sedangkan logo Honda Brio Satya memakai salah satu bunga nasional Indonesia yaitu bunga melati.
        Nama Satya sendiri dipilih karena punya arti yang menggambarkan sebuah ketulusan dan kesetiaan, yang melengkapi nama dari Honda Brio menjadi Honda Brio Satya. Sedangkan logo yang terinspirasi dari bunga melati, dipilih karena bungan melati merupakan bunga khas Indonesia, yang secara tradisional juga banyak digunakan berbagai suku bangsa di Indonesia.

"Selain sangat Indonesia, bunga melati juga banyak kegunaannya dan sering digunakan untuk berbagai kegiatan ttadisional di indonesia. Dan pastinya harum wanginya," jelas Jonfis Fandy, Direktur Marketing dan Aftersales Service Honda Prospect Motor.
       Penambahan nama Satya dan penggunaan logo berbentuk siluet bunga melati menjadi pembeda yang khas untuk varian Honda Brio di Indonesia. Dengan bertambahnya varian Honda Brio Satya dan Honda Brio 1.2 AT (otomatis) ini maka bisa dibilang Honda Brio merupakan merk type dengan varian paling banyak yang dimiliki Honda Indonesia. Sebelumnya HPM telah meluncurkan Honda Brio 1.3 MT dan AT sebagai city car pada umumnya.



Sumber: mobil.otomotifnet.com

Sabtu, 19 Oktober 2013

Xun Chi 138 Masih Tetap jadi Ponsel Terkecil di Dunia

Sudah hampir 6 tahun ini, ponsel terkecil di dunia masih dipegang oleh Xun Chi 138 dan belum ada yang menyamai recordnya. Benarkah atau saya saja yang tidak mengetahuinya. Sekitar tahun 2006 yang lalu kira-kira hp ini dibuat dan menjadi rekor sebagai ponsel terkecil di dunia hingga sekarang kalau tidak salah.

Xun Chi 138 Tetap jadi Ponsel Terkecil di Dunia

Memang agak tebal sedikit dari kebanyakan smartphone saat ini, namun panjang dan lebarnya sangat kecil. Lihat dimansinya dibawah ini.

specs:
Dimensi: 67.3 x 32.9 x 19.2 mm
Berat: 55 g
2 Batteries included, rated at 3.7V, 480mAh
2-5 days standby time
2-3 hours talk time
Network: Dual band (GSM 900 / 1800 MHz)
121 MB available onboard memory, non-expandable
1.33-inch (34 mm) diagonal backlit 128 x 160 pixel, LCD touchscreen, 260,000 colors
VGA still camera
Video camera
Video player & image editor
MP3 player & sound recorder
Stopwatch with split / lap timing, or time 4 things at once
Very small plastic stylus nestles into the back of the phone
English & Chinese language settings only
Onscreen keyboard
Handwriting recognition in both English & Chinese
Handsfree speakerphone
Speed dial and menu shortcut settings
User-editable profile settings: general, indoor, outdoor, meeting, headset